Sabtu, 08 Januari 2011

DVD EKSTERNAL

kejadian kemarin sore. seorang teman tiba2 meng sms, "ty jadi nitip DVD eksternal gak?"

huuffff.. taukah teman DVD eksternal adalah barang yg dari dulu aku pengen banget. klw aku udah pengen banget suatu barang, aku akan tulis nama barang itu ditembok kamarku. aku tulis dalam tulisan besar dan aku tempel. klw udah begiru tandanya aku udah pengen banget sama barang itu..

hikkss.. tapi aku sedih, kenapa tawaran barang itu datang pada saat aku harus menyimpan uangku untuk keperluan yang lain. hihihiihkkkkkksszz.. huhuhuhuhuh....
aku sedih banget.
aku tanya ani, urgent gak ni?"
kata ani untuk saat ini gak!!!"
huhuhuh.. padahal barang itu udah lama aku impi2kan.

tapi, kayaknya, aku harus menahan lagi dan lagi untuk gak membeli barang itu dudlu
mungkin belum saaatnya
lagipula mungkin, masih bisa pake jalan lain untuk sampai tujuan tanpa jalan itu

aku pengen barang itu karena ada tujuannya
sedih dan nyesek banget
padahal dardi dulu pengen banget DVD eksternal dengan harga segitu
waktu dulu, masih mahal kata ratu gak ada yg harga 400
sekarang udh ada dengan harga sesuai budjet tapi kayaknya momentnya gak pas..

aku sedih
tapi gak boleh nangis
Allah akn memberi pada saat yang tepat
seperti pada waktu Allah memberi aku barang2 lainnya yg aku inginkan

mungkin kata Allah belum sampai pada tahap kebutuhan masih tahap keinginan
jadi belum dikabulkan deh...

saat ini aku masih dalam tahap menimbang, jadi beli atau gak
ntr sore baru aku kirim kabar ma temenku
jadi nitip atau gak..

semoga yang terbaiklah yang terjadi
semoga tujuan, bisa aku capai walaupun tanpa barang itu..
nth bagaimana caranya
aku yakin Allah akan memberi jalan dengan cara2 yg tidak aku duga.

wassalam
tanty shaliha

Jumat, 07 Januari 2011

RINA

rina itu teman yang menyenangkan, sebenarnya c awal kuliah gak begitu akrab sama rina
tapi karena eny dekat dengan rina dan aku lumayan dekat dengan eny jadi ikutan dekat juga dengan rina. dulu seh deketnya biasa aja, sekarang deket banget.
karena sama2 anak kost kalinya??? dan temen2 sejurusan senangkatan emang pada gak kost, rumahnya deket2 sekitar, depok, cimanggis, bekasi, cipayung.. yah masih tetangga jakarta juga.
jadi pada bolak balik rumah aja.

kecuali beberapa yg kost termasuk rina
gak mungkin lah rina nge dugdag dari rumahnya
lha wong runahnya di pemalanag. hehehe

ada seh kakaknya di ciputat: cowok dan udh nikah dan punya 1 anak.
rina lebih memilih ngekost dari pada bolak balik ciputat rawamangun
mungkin biar mandiri juga kali..

yg aku liat rina yang sekarang beda banget dengan rina yang dulu
lebih dewasa, lebih matang dan semangat belajar banget

sikap semangat, matang dan dewasanya tumbuh seiring pengalamannya
pertama kali mulai "mencoba" melamar dan diterima jadi shadow teacher di SDIT daerah condet
trus karena anak pindah sekolah ke sekolah negeri yang menerapkan sistem inklusi rina pindah juga ke sana
lalu karena anak tersebut dah masuk kelas 6 SD dan sudah waktunya dilepas mandiri, rina stop mendampinginya
trs pindah ke sekolah islam di dareah bekasi jadi shadow juga, tak lama karena kurang cocok dengan sistem sekolah akhirnya memilih untuk mundur
lalu lamaran dikirim lagi dan sampailah rina di tempat klinik yang kemudian menyalurkannya ke sekolah inklusi yang menerapkan bilingual dalam pembelajarannya.
rina gak patah semangat, ia bilang "seneng ka, bisa sambil belajar bahasa inggris juga, gurunya disana pinter2 jadi aku bisa belajar juga, ada pak ini, bu ini... bala-bla-bla.." ceritanya panjang dan seru

seru karena rina juga anak yang seru!!
kaya pengalaman dan senang jalan2, dan hobi belanja:)

sekarang rina gak ngajar lagi
katanya biar lebih fokus karena bulan februari mendatang waktu kita untuk PPL
lalu apa yg rina lakukan dipagi hari??
tidurkah??
gak!!
sekarang rina punya kesibukan baru
BERDAGANG;)
belanja ke tanah abang dan mengirim barangnya ke kampung untuk dijual disana
tiap abis belanja, ceritanya heboh banget
tiap abis belanja pasti tawari aku..
"mau gak ka tanty, aku jual kaos panjang neh"
hari ini rina nawarin dagangannya lewat sms??
ternyata dia masih di jalan menuju kostan dan sudah semangat nawarin hasil belanjanya:)

pas malemnya,
aku lewat kostan rina
aku mampir deh
subhanallah, belanjaanya banyak banget!!
"ya ampun na, banyak banget, sama siapa ke tanah abang nya? sama dani?"

"gak aku sendiri!!"
trs bawa barang sebanyak itu?"
iya.. aku bawa sendiri"
hehehe..
hebat banget, klw aku gak kebayang belanja sebanyak itu, sendiri ke tanah abang?!!
lama di jakarta, aku baru sekali ke tanah abang, itupun cuma nganter temen. hiihihi..

kayaknya aku harus belajar dari rina, biar sabar ketika belanja dan sabar menghadapi suasana ramai nya pasar;)

Kamis, 06 Januari 2011

NOSTALGIA TULISAN INI . . .

skenario Allah memang gak bisa ditebak...
ketika aku ingin seseorang yg "anti" internet yang datang justru orang yg eksis di internet

aku gak tahu kemanakah Allah akan membawa kisah ini
lanjutan skenarionya aja aku gak tahu
naskahnya aja aku belum pernah liat

Allah tidak memberi apa yg kita minta
tp Allah memberi apa yg kita butuhkan
kadang yg menurut kita baik belum tentu baik menurut Allah
Allah yg lebih mengetahui
karena DIA lah yg MAHA TAHU


06 januari 2011
jadi akan kemana kah Allah menggiring kisah ini??
jika sudah sampai ditempat tujuan,
lalu bagaimana lagi??
mudah kah atau sulit kah??
bisa bertahan kah atau malah ingin berlari&kembali ke belakang??


sudah ada di depan, gak boleh ada keinginan untuk balik lagi ke belakang
bagaimanapun keadaannya harus DIHADAPI.


hikhiksss
agak2 sedih seh
bukan sedih menyesal, tapi sedih melihat kondisi diri
mengenai kondisi diri


ada beberapa hal yg aku sesali dari masa lalu
kadang aku bertanya KENAPA??
tapi pentingkah pertanyaan itu??
kayaknya gak penting lagi..
karena segalanya sudah menjadi suratan takdir
untuk apa lagi dipertanyakan kenapa??
aku tahu, aku tidak akan mendapatkan jawaban yg memuaskan nafsu yg tidak pernah puas


belajar mengenai konsep TAKDIR
semua itu adalah bagian dari TAKDIR hidup
rasakanlah betapa indahnya jalan Allah
jangan karena hal2 sulit kita jadi lupa dengan berlimpah nikmat yg telah Allah karuniakan kepada kita


semoga kelalain dimasa lalu
tidak terulang lagi dimasa sekarang dan yg akan datang
perbaiki diri
belajar memperbaiki diri adalah proses belajar seumur hidup




**ditulis ketika belum bisa tidur 00:48
saling mendoakan yah teman
saling mengingatkan juga..
plus saling tolong menolong dalam kebaikan^=^

semoga Allah senantiasa memudahkan langkah kita
dalam proses perbaikan diri

wassalam
tanty shaliha




Minggu, 02 Januari 2011

$#&*($%^&!@@_@

Ya Allah...
aku berdoa untuk seorang pria yang kelak akan menjadi bagian hidupku

seorang yg sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu

seorang pria yg hidup bukan untuk dirinya sendiri tapi untukMu dan mengetahui bagi siapa dan untuk siapa dia hidup. sehingga hidupnya tidaklah sia-sia

seorang yang punya hati bijak bukan hanya otak yg cerdas

seorang yg tidak hanya memujaku tapi dapat juga menasehatiku bila aku salah

seorang pria yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku

seorang pria yg dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi

seorang pria yg dapat membuatku merasa dihargai sebagai seorang wanita kala berada disisinya

aku tidak meminta seorang pria yg sempurna...
karena aku juga bukanlah wanita yang sempurna



Ya Allah
persatukanlah kami diwaktu yg terbaik menurut perhitunganMu
dan jadikanlah segalanya indah menurut pandanganMu

**nyadur dengan sedikit perubahan

Senang..

abis jalan2 sama rina ke ITC cempaka mas
dapet juga yg pengen dibeli
walaupun barangnya gak sama
tapi yang penting fungsinya sama
yang penting fungsinya buu
bukan jenis barangnya
hehehehe

seneng
seneng
abis jalan2 sama rina dan yayah

seneng
seneng
apalagi jalan sama rina yang hobinya emang belanja dan liat barang2 bagus

dia selalu antusias klw liat barang yg bagus2
emang hobinya belanja tuh
klw aku seh gak kuat lama2 dalem pasar
malah klw bisa nitip..
mending nitip aja deh
hehehe

tapi ternyata, seru juga yah
asal sesekali aja
klw sering2, kayaknya gak dehh
mending bengong dirumah ajah:))

Sabtu, 01 Januari 2011

TETAPLAH OPTIMIS MELIHAT KEHIDUPAN

http://www.eramuslim.com/editorial/tetaplah-optimis-melihat-kehidupan.htm

Jumat, 31/12/2010 11:31 WIB

Setiap saat, detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, dan tahun, terus umur kita akan berkurang. Setiap pergantian tahun, berarti umur kita semakin bertambah. Bertambah tua. Berarti pula umur semakin berkurang, dan kematian semakin dekat.

Tak ada yang tidak akan meninggalkan dunia yang fana ini. Ketika datang ajal. Semuanya kita tinggalkan.Tak ada yang dapat kita bawa ke alam kubur.

Kita yang telah menghabiskan seluruh umur kita, sepanjang tahun untuk bekerja, mengumpulkan materi itu, akhirnya akan kita tinggalkan. Kita akan berpisah dengan semua itu. Isteri, anak-anak,rumah, kenderaan, dan bentuk-bentuk harta-benda lainnya, pasti akan kita tinggalkan.

Tak pantas manusia seluruh hidupnya hanyalah diorientasikan hanya untuk mengejar dan mendapatkan materi. Padahal, materi itu semuanya, dan seluruh kehidupan di dunia ini akan berpisah dengan kita, dan kita tinggalkan, saat ajal menjelang. Ilusi-ilusi atau khayalan manusia, yang ingin mendapatkan kenikmatan dunia secara berlebihan itu, semuanya hanyalah ilusi atau khayalan.

Manusia akan dibatasi oleh umur dan kematian. Saat umur menjelang tua, kemampuan fisik akan semakin renta, tak lagi bernilai harta yang begitu banyak.Tak dapat membuat manusia terus berilusi dengan berbagai khayalan tentang kenikmatan dunia.

Manusia yang renta tak akan lagi dapat menikmati semua harta yang melimpah. Bahkan, terkadang orang yang sudah menjelang usia di atas 50 tahun pun, makannya pun sudah tidak bebas, karena keterbatasan pisik. Apalagi bila telah terkena diabet. Semuanya bentuk kenikmatan yang ada di depan matanya hanya menjadi khayalan, tak dapat dinikmatinya. Ini sejatinya manusia. Manusia memiliki kendala, manusia memiliki keterbatasan, dan tidak ada yang kekal atas diri manusia. Tidak ada lagi kemampuan pisik yang dapat menopang ilusi dan khayalannya. Semuanya khayalan akan berakhir.

Ingatlah kematian pasti akan tiba. Kematian pasti akan dihadapi oleh manusia. Tidak akan bisa pergi dan mengelak dengan datangnya kematian. Siapapun adanya.

Malam ini mungkin masih akan berpesta pora, dan menikmati guratan-guratan kembang api, menikmati musik, menikmati pergantian tahun, pesta-pesta, menikmati makan-makanan yang enak, menikmati berpergian ke luar negeri, dan pergi ke tempat-tempat yang memiliki keindahan alam di tempat-tempat yang eksklusif bersama keluarga. Tetapi semuanya itu pasti akan berlalu. Tidak lama.

Malam ini sebagian orang akan menikmati pergantian tahun. Ingatlah setiap pergantian tahun itu, berarti umur kita akan berkurang. Maka ingatlah setiap pergantian tahun, dan tahun yang sudah kita lalui itu, adakah kehidupan kita semakin baik. Semakin dekat dengan Sang Pencipta? Atau semakin jauh dari Rabbul Alamin?

Kematian sebagai kemestian yang tidak dapat ditawar oleh siapun. Hanya bagaimana cara kita menghadapi kematian? Banyak orang memilih cara menghadapi kematian. Ada dengan pesta dan mabuk-mabukan, disertai dengan perbuatan maksiat lainnya. Ada pula dengan selalu mengingat Tuhannya, dan berbuat baik kepada sesama. Inilah pilihan yang harus dipilih oleh manusia.

Ada yang membuat selalu optimis dan akan selalu memotivasi kita untuk berbuat baik, manakala kita selalu mengingat tentang kematian dan adanya kehidupan akhirat. Itulah yang akan selalu membuat kita untuk berbuat kebajikan. Berbuat kebajikan bagi bekal kehidupan kita di akhirat nanti.

Yakinlah kita kebaikan sekecil apapun nilainya, pasti akan mendapat balasan, dan berbuat kejahatan sekecil apapun juga akan mendapatkan balasan. Tak ada yang luput dari pengawasan Allah Ta'ala atas segala perbuatan yang sudah kita lakukan.

Diakhirat nanti kita akan mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya atas segala amal yang sudah kita lakukan. Yakinlah. Wallahu’alam.


tanggal donlut: sabtu, 01/01/11


Jumat, 31 Desember 2010

KONSEP TAKDIR DAN DOSA

Assalamu’alaikum wr. wb.

Ustadz Sigit yang dirahmati Allah, saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan yang cukup mengganjal saya.

Yang pertama adalah mengenai takdir. Menurut buku yang saya baca takdir adalah “Segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah untuk mahluk-Nya.” Semua yang berada di bumi, langit serta isinya di ciptakan oleh Allah. Dan seiring dengan penciptaan mereka, Allah juga telah memberikan suatu aturan, lakon atau cerita untuk diri mereka masing-masing. Dan cerita inilah menurut buku yang saya baca disebut takdir. (QS. Al Qamar : 49). Cerita manusia dari lahir sampai dia diakhirat nanti telah Allah tentukan sedit-detilnya, dan dicatat dalam kitab Lauhul Mahfudz. Dan segala sesuatu telah ditentukan oleh takdir apakah dia akan berperan sebagai Raja, Sopir, atau bahkan penjahat sekalipun. (QS. Al Hijr : 21). Dan takdir yang telah ditentukan Allah tidak dapat diubah lagi sampai hari kiamat nanti (QS. Faathir : 43). Jadi semua tingkah laku kita sudah “diprogram” oleh Allah, bahkan sedetik kemudian langkah kita akan berlaku apa sudah ditentukan Allah, bahkan jauh sebelum kita diciptakan oleh Allah (QS. Al Hadiid : 22 – 23) . (Buku : Ya Allah, Tolong Aku Karya A.K penerbit Quanta Hal 140-153). Namun saya pernah berkonsultasi dengan seorang aktifitis Islam, bahwa ada takdir yang telah ditetapkan oleh Allah dan tidak bisa diubah seperti sakit, kematian, kita lahir sebagai seorang perempuan atau laki-laki, dan ada juga takdir yang Allah yang tidak tidak punya kewenangan dalam menentukannya, karena merupakan pilihan kita sebagai manusia, seperti contohnya sebagai perempuan bila dia memilih untuk tidak berjilbab adalah pilihan dia, bukan takdir dari Allah, jika seseorang merampok adalah pilihan dia dan bukan takdir dari Allah. Dan saya juga pernah bertanya tentang takdir oleh seorang guru ngaji di masjid tempat saya mengaji kurang lebih pengertian takdir adalah seperti yang saya baca dibuku yang saya sebutkan diatas. Yang menjadi pertanyaan saya adalah bagaimana mengenai konsep takdir yang diajarkan Rasulullah SAW yang sebenarnya.

Pertanyaan yang kedua adalah bahwa masih ada kaitannya dengan takdir, saya membaca di artikel Eramuslim, bahwa yang sudah ditentukan oleh Allah adalah rejeki dan maut, sedangkan jodoh adalah pilihan kita sendiri, bukan Allah yang menentukan. Jika benar jodoh bukan Allah yang menentukan mengapa saya tidak bisa menikah dengan pria pilihan saya ? Mengapa artikel seperti itu bisa ditampilkan di Eramuslim yang sejatinya sebagai media pencerahan bagi umat Islam.

Pertanyaan yang ketiga bagaimana hukumnya bagi seorang perempuan yang berjilbab syar’i kemudian melepasnya hanya karena alasan ekonomi (karena takut susah dapat kerja) kemudian berjilbab setelah bekerja, namun ketika berhenti kerja buka jilbab lagi, dan ketika sudah bekerja berjilbab lagi, begitu terus sampai lebih dari 3 kali kejadian. Apakah dia termasuk orang yang fasik? Bagaimana agar tetap istiqomah di jalan Allah?

Pertanyaan yang ke empat orang kafir adalah jelas penghuni neraka jahanam dan mereka kekal selama-lamanya di neraka. Bagaimana dengan orang munafik, fasik, musyrik? Apakah mereka kekal dineraka selama-lamanya atau hanya sementara saja?

Pertanyaan ke lima bagaimana harta yang di dapat dari bekerja dengan menggunakan ijazah palsu (lulus SMU mengaku S1). Untuk mendapatkan penghasilan itu dia bekerja selayaknya karyawan kantoran umumnya, hanya saja ijazah dan referensi kerjanya palsu.

Demikian pertanyaan saya ustadz. Mohon maaf jika terlalu banyak. Semoga pencerahan dari ustadz dapat menambah iman saya pada Allah.

Arum

Jawaban

Wa'alaikumussalam Wr. Wb.

Saudari Arum yang dimuliakan Allah SWT.

Pengertian Taqdir

Takdir Allah terhadap segala sesuatu mencakup peneguhan terhadap beberapa hakikat berikut :

1. Mengimani bahwa Allah SWT mengetahui segala sesuatu sebelum terjadinya sebagaimana diri-Nya mengetahui hal itu setelah terjadinya. Allah mengetahui sesuatu yang belum terjadi, tengah terjadi dan akan terjadi dan tidaklah ada sesuatu yang tidak diketahui-Nya baik yang kecil maupun besar, sebagaimana firman Allah SWT :

ۚ وَمَا يَعْزُبُ عَن رَّبِّكَ مِن مِّثْقَالِ ذَرَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَلَا أَصْغَرَ مِن ذَٰلِكَ وَلَا أَكْبَرَ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

Artinya : “Dan tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Yunus [10] : 61)

2. Mengimani bahwa Allah swt telah menuliskan segala sesuatu di “Lauh Mahfuzh” sebelum Dia swt menciptakan langit dan bumi.

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

Artinya : “Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. Al Hadid [57] : 22)

3. Mengimani bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam ini adalah kehendak Allah swt. Tidak ada suatu kebaikan maupun keburukan kecuali dengan kehendak-Nya.

وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَن يَشَاءَ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

Artinya : “Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Insaan [76] : 30)

4. Mengimani bahwa segala sesuatu di alam ini adalah ciptaan Allah SWT dan hasil dari ketetapan-Nya.

قُلِ اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

Artinya : Katakanlah: "Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan yang Maha Esa lagi Maha Perkasa."(QS. Ar-Ra'ad [13] : 16)

Segala sesuatu yang terjadi di alam ini adalah kehendak Allah swt, baik itu perkataan maupun perbuatan, pergerakan maupun berhenti, kondisi maupun keadaaan, baik maupun buruk seseorang. Namun demikian Allah SWT bersifat adil, Dia tidak akan menyesatkan orang yang berhak mendapatkan petunjuk atau sebaliknya. Kemudian setiap hamba-Nya pun diberikan kehendak dan pilihan untuk menentukan perbuatan-perbuatannya sendiri, sebagaimana firman-Nya :

لِمَن شَاءَ مِنكُمْ أَن يَسْتَقِيمَ

Artinya : “(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang berkehendak menempuh jalan yang lurus.” (QS. At Takwir [81] : 28)

Dan semua kehendak manusia itu tidaklah keluar dari kehendak dan takdir Allah SWT. Untuk itu Allah SWT telah memberikan kepada hamba-hamba-Nya akal untuk bisa membedakan mana yang baik dan buruk serta untuk bisa menentukan pilihan apakah sesuatu itu dilakukan atau tidak.

Didalam kitab “Al Bayan Fii Arkanil Iman” disebutkan bahwa ketetapan Allah terhadap manusia bisa dibagi menjadi dua :

Pertama : perkara-perkara yang manusia tidak memiliki kehendak dan pilihan didalamnya, seperti : keberadaan atau ketidakberadaan, tinggi atau pendek, pintar atau bodoh, sehat atau sakit, kehidupan atau kematiannya dan lainnya. Dalam hal ini manusia tidaklah dikenakan pahala maupun siksa.

Kedua : Perkara-perkara yang menjadi takdir Allah sebelumnya sesuai dengan ilmu dan hikmah Allah swt namun didalamnya terdapat sebab, perbuatan, keinginan dan kehendak manusia, seperti : makan, munum, berpakaian atau hal-hal mubah (dibolehkan) lainnya atau seperti : shalat, infak, jihad atau hal-hal taat lainnya, seperti : berzina, mencuri, minum khamr atau hal-hal yang diharamkan lainnya. Perbuatan-perbuatan ini —macam kedua— terjadi sesuai dengan ilmu, tulisan, kehendak dan ketetapan Allah swt dan manusia diberikan pahala atas kebaikan yang dilakukannya dan diberikan sangsi atas keburukan yang dilakukannya. Seorang mukmin berkeyakinan bahwa seluruh perbuatan hamba baik yang berupa pilihan maupun paksaan terjadi dengan keinginan Allah dan takdirnya sejak di azali dan dibawah pengetahuan-Nya sebelum terjadinya. (Al Bayan, hal. 415 – 416)

Dengan demikian seorang wanita yang melepas jilbabnya atau seorang yang melakukan perampokan merupakan takdir Allah SWT karena tidaklah ada sesuatu yang terjadi di alam ini, apakah ia berupa kebaikan atau keburukan kecuali itu semua adalah takdir, ketetapan dan kehenda Allah SWT. Namun dalam hal ini orang itu diberikan sangsi atas perbuatannya itu dikarenakan kehendaknya memilih melepaskan jilbab atau melakukan perampokan padahal akalnya telah mengetahui bahwa mengenakan jilbab adalah kewajiban dan merampok adalah perbuatan yang dilarang dan merugikan orang lain.

Demikian pula dengan jodoh adalah takdir Allah SWT, apakah seorang wanita menikah dengan pria pilihannya atau pilihan orang tuanya, atau dirinya tidak menikah atau menikah dengan seseorang kemudian bercerai dan menikah lagi dengan pria lain, atau menikah dengan seorang pria kemudian bercerai dan tidak menikah lagi.

Diwajibkan bagi seorang mukmin untuk mengimani hikmah Allah SWT di dalam takdir-takdir-Nya. Dia swt memiliki hikmah yang tepat pada segala sesuatu yang terjadi di alam ini baik yang dapat fahami maupun tidak oleh akal manusia. Akan tetapi banyak diantara hikmah-hikmah Allah swt itu tidak bisa difahami oleh akal manusia. Karena itu diwajibkan bagi manusia untuk berserah diri kepada Allah swt dan ini merupakan bagian dari keimanan terhadap kesempurnaan hikmah-Nya dan tidak boleh menentangnya terhadap aturan maupun takdir-Nya.

Melepas Jilbab Karena Alasan Ekonomi

Tidak selayaknya bagi seorang muslimah yang telah mengenakan jilbab kemudian melepasnya hanya karena alasan ekonomi atau tuntutan pekerjaan karena hal ini termasuk melanggar perintah Allah SWT.

ا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Artinya : “Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab [33] : 59)

Tidak sepatutnya dirinya melakukan pelanggaran demikian hanya karena tuntutan ekonomi dan atau untuk menambah rezekinya karena sesungguhnya rezekinya, banyak atau sedikit penghasilannya telah ditetapkan dan dituliskan Allah di Lauh Mahfuzh-Nya.

Perbuatan menanggalkan jilbab sementara dirinya tetap meyakini kewajibannya bisa termasuk dalam perbuatan fasik karena pengertian fasik adalah keluar dari ketaatan kepada Allah swt. Diharuskan baginya untuk segera bertaubat kepada Allah swt dan mengenakan kembali jilbabnya serta bertawakal kepada Allah SWT atas rezekinya.

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ

Artinya : “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Thalaq [65] : 2-3)

Adapun hal-hal yang bisa menjadikan seseorang tetap istiqamah diatas jalan dan ketaatan kepada-Nya adalah memperbanyak ilmu pengetahuan agamanya demi meningkatkan keimanannya kepada Allah swt serta mencari lingkungan atau teman-teman dari kalangan orang-orang shaleh yang takut kepada Allah swt.

Apakah Orang Fasik, Musyrik dan Munafik Kekal di Neraka?

Diantara pokok-pokok ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah moderat di dalam nama-nama iman dan agama. Di dalam nama-nama iman dan agama kita dapati beberapa kelompok yang berbeda, yaitu: Mu’tazilah dan Khawarij di satu sisi serta Murji’ah di sisi lainnya. Muta’zilah dan Khawarij mengatakan, “Sesungguhnya seseorang apabila berzina maka dia telah keluar dari keimanan dan tidaklah menjadi mukmin...” Sedangkan Murji’ah mengatakan yang sebaliknya, “Sesungguhnya seseorang walaupun dirinya berzina atau mencuri maka dia tetaplah mukmin yang sempurna keimanannya, keimanannya seperti keimanan orang yang paling taat kepada Allah.” Sementara Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengatakan, “Apabila seseorang berzina atau mencuri maka ia adalah seorang mukmin yang kurang keimanannya atau mukmin dengan keimanannya dan fasik dengan dosa besarnya.”

Kemudian juga moderat di dalam hukum—di dalam hukum terhadap manusia atas perbuatannya, apa yang akan menimpanya jika dirinya melakukan perbuatan dosa besar. Mu’tazilah dan Khawarij mengatakan, “Sesungguhnya orang itu kekal di neraka bersama dengan orang-orang munafik, Abu Jahl, Abu Lahab dan selain mereka.” Sementara Murji’ah mengatakan, “Tidak, bahkan setiap pelaku dosa besar tidaklah kekal di neraka selama-lamanya dan ini tidak mungkin.” Sementara itu Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengatakan, “Sesungguhnya dia berhak mendapatkan siksa dan bisa saja Allah mengampuninya.” (Liqo’at al Bab al Maftuh juz 45 hal 19)

Dengan demikian seorang yang meninggal diatas agama islam tidaklah kekal di dalam neraka betapa pun besar dosa yang dilakukannya, dan bisa jadi dirinya masuk neraka sesuai dengan dosa-dosa yang dilakukannya dan jika Allah berkehendak maka dirinya akan mendapatkan ampunan dari-Nya.

Imam Bukhori meriwayatkan dari 'Ubadah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa yang bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak kecuali Allah satu-satunya dengan tidak menyekutukan-Nya dan bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya dan (bersaksi) bahwa 'Isa adalah hamba Allah, utusan-Nya dan firman-Nya yang Allah berikan kepada Maryam dan ruh dari-Nya, dan surga adalah haq (benar adanya), dan neraka adalah haq, maka Allah akan memasukkan orang itu ke dalam surga betapapun keadaan amalnya."

Adapun terhadap dosa syirik maka para ulama membagi menjadi dua macam :

  1. Syirik Kecil, seperti : riya, bersumpah dengan selain Allah swt maka tidaklah menyebabkan dirinya kekal di neraka dan tidaklah menghapuskan amal-amalnya akan tetapi perbuatan tersebut termasuk yang diharamkan sepertihalnya dosa-dosa besar bahkan lebih berat dari dosa-dosa besar akan tetapi tidak menyebabkannya kekal di neraka, demikian menurut Syeikh Ibn Baaz.
  2. Berbeda dengan Syirik Kecil maka pelaku Syirik Besar, seperti : menyembah selain Allah swt dapat mengeluarkannya dari islam, kekal di neraka dan menghapuskan amal-amalnya.

Sedangkan nifak atau kemunafikan pun dibagi menjadi dua macam :

  1. Nifak Amali, seperti : berdusta jika berbicara, berkhianat, menyalahi janji, bermalas-malasan dalam shalat tidaklah menyebabkan pelakunya keluar dari islam dan tidak menyebabkan dirinya kekal di neraka.
  2. Berbeda dengan Nifak Amali maka Nifak Itiqadiy, seperti : mendustakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, mendustakan sebagian yang dibawa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, membenci Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dapat mengeluarkan pelakunya dari islam dan menyebabkannya kekal di neraka.

Penghasilan Dari Ijazah Palsu

Seorang yang melamar pekerjaan dengan menggunakan ijazah palsu berarti dirinya telah melakukan suatu kecurangan (penipuan) yang diharamkan agama, berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Dan barangsiapa menipu kami, maka dia bukan golongan kami."

Markaz al Fatwa didalam fatwanya No. 51544 menyebutkan bahwa apabila seseorang mendapatkan pekerjaannya dengan menggunakan ijazah palsu kemudian dirinya profesional didalam amalnya itu maka tidaklah ada kesempitan baginya terhadap gaji yang didapat darinya selama dirinya menunaikan pekerjaannya itu sesuai dengan yang diinginkan (instansinya) dan diharuskan baginya untuk bertaubat kepada Allah terhadap perbuatan curangnya itu.

Wallahu A’lam.

Judul : KONSEP TAKDIR DAN DOSA

Sumber : http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/konsep-takdir-yang-benar.htm